Kecelakaan maut yang menimpa transportasi publik terus terjadi secara berturut-turut. Kejadian yang terakhir dan memakan korban jiwa tidak sedikit adalah kejadian di Puncak, Cisarua Bogor. Dalam Peritiwa ini 14 orang tewas dan 47 lainnya mengalami luka-luka yang terjadi pada hari jumat (10/2).
Kejadian sebelumnya Kamis (9/2/2012), di Magetan, Jawa Timur. Bus Sumber Kencono nopol W 7503 UY yang terjun ke Sungai Glodok, Karangrejo, Magetan, Jawa Timur menewaskan 2 orang dan belasan korban luka kompas.com)
Kecelakaan maut terjadi lagi, pada hari ini kali ini di sekitar pasar Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat. Sebuah bus pariwisata menabrak delman, motor dan truk.
Kecelakaan terjadi pukul 10.30 WIB. “Jadi bus pariwisata menabrak 3 delman, sejumlah motor dan truk. Dalam peristiwa ini sebanyak 2 orang tewas 1 tewas ditempat kejadian dan 12 luka berat dan ringan. Lagi-lagi karena rem tidak berfungsi. Detik.com)
Rentetan kejadian tersebut menggambarnya suramnya sistem transportasi publik Indonesia.
Semua pihak yang berwenangpun bereaksi atas kejadian ini.
Yang dibutuhkan bukanlah sifat reaktif tapi sifat responsif atas kejadian ini.
Sifat reaktif itu hanya menimbulkan rasa saling menyalahkan saling menyalahkan tidak ada gunanya karena korban sudah berjatuhan dan bukanlah solusi tepat melainkan hanya memperajam permasalahan yang ada.
Sudah sepantasnya dan seharusnya dilakukan pengetatan terhadap ijin-ijin terhadap perusahaan-perusahaan penyelenggara transportasi publik baik darat, laut maupun udara.
Bukan hanya ijin telah keluar lalu tugas pemerintah dinyatakan selesai tapi juga pengawasan terhadap sistem operasional prosedur penyelenggara transportasi publik pasca pemberian ijin juga harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Korban-korban telah berjatuhan, puluhan nyawa sudah menjadi korbannya, korban lukapun jumlahnya tidak sedikit tentunya ini merupakan menjadi catatan kita semua bahwa tidak bisa main-main dalam menyikapi permasalahan ini.
Oleh sebab itu evaluasi terhadap kelayakan penyelenggaran transportasi publik secara keseluruhan harus segera dilaksanakan, jika ditemukan hal-hal yang tidak sesuai operational prosedur segera cabut ijinya, sebelum korban-korban berjatuhan lagi.
Mencari solusi jauh lebih baik daripada saling menyalahkan!!!!
Bagaimana solusi terbaik, menurut pembaca?



